Urgensi Sertifikasi Internasional IT untuk Pengembangan Karir Bidang Teknologi Informasi

sertifikasi internasional IT

Kita bisa saja mengklaim diri memiliki keahlian atau kompetensi di bidang jaringan komputer seperti mengkonfigurasi router atau switch dan memasangnya dalam sebuah sistem jaringan komputer. Boleh jadi itu benar dan faktual serta diakui oleh rekan-rekan Anda. Namun ketika Anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di bidang tersebut maka klaim tersebut tak bisa dibuktikan tanpa ada justifikasi dari pihak ketiga yang diakui kredibilitasnya. Pihak ketiga ini adalah lembaga sertifikasi atau testing center yang memiliki kewenangan menguji kompetensi seseorang dan memberikan sertifikasi kepada mereka yang lulus ujian. Sertifikasi internasional IT menjadi sangat penting bagi mereka yang ingin bekerja atau berkarir sebagai Profesional IT.

Pengertian Sertifikasi Internasional IT

Bila dipahami secara umum maka sertifikasi internasional IT merupakan suatu bentuk apresiasi dan penghargaan kepada seseorang yang dianggap mempunyai kompetensi atau keahlian di bidang tertentu dalam dunia IT . Makanya kita akan mendengar singkatan-singkatan di belakang nama yang kerapkali unik seperti CCNA, CCNP, CEH, MTCNA, dsb. Singkatan tsb adalah nama sertifikasi yang dimiliki oleh si individu pemilik nama, jadi secara informal sertifikasi IT khususnya sertifikasi internasional dihargai sama sederajatnya dengan gelar akademis. Setidaknya penghargaan tersebut berlaku di kalangan komunitas IT.

Bidang IT sangat beragam dan luas sekali. Mungkin kalau dibandingkan profesi lainnya maka spesialisasi di dunia teknologi informasi luar biasa banyak sekali. Setiap spesialisasi memiliki tingkat kesulitannya masing-masing, jadi hampir mustahil ada seseorang menguasai seluruh bidang kajian atau spesialisasi di bidang teknologi informasi. Ada spesialisasi di bidang jaringan komputer, keamanan digital, software, database, IT managemgent, dan sebagainya.

Nah, pertanyaannya adalah adalah “bagaimana cara mendapatkan sertifikat internasional IT?”. Jawabnya tentu : Mudah! Sepanjang kita tahu cara dan strategi untuk memperolehnya.Sulit itu karena kita tidak tahu caranya dan tidak mengerti pula strateginya.

Mari kita kenali dulu apa sertifikasi internasional IT itu.

Jenis Sertifikasi Internasional IT

Pada dasarnya sertifikasi internasional IT ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.

Vendor Based
Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi internasional IT yg dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yg memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCITP, OCP, CCNA, dst.

Vendor Neutral
Sesuai namanya, sertifikasi internasional IT  ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya kita juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.

Penyelenggara dan Pengatur Ujian

Seperti telah disinggung diatas, cara untuk mendapatkan sertifikasi ini sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian. Ada banyak perusahaan yg bertindak sebagai penyelenggara ujian sertifikasi internasional, namun dari sekian banyaknya hanya ada 3 perusahaan resmi yang umum terlibat sebagai penyelenggara ujian ini, yaitu Prometric, Pearson Vue, dan Certiport. Perusahaan-perusahaan tsb kemudian menunjuk perwakilan atau partner di tiap2 negara untuk mempermudah proses pelaksanaan ujian ini. Dengan demikian, kita mengikuti ujian di perusahaan yg menjadi perwakilan / partner tersebut atau yg umum disebut dgn Authorized Test Center.

Baik Prometric, Vue ataupun Certiport umumnya menangani vendor atau organisasi yg berbeda. Misalnya ujian sertifikasi Microsoft ditangani oleh Prometric, ujian sertifikasi Office ditangani oleh Certiport, ujian sertifikasi Cisco dan Oracle ditangani oleh Vue, dst. Jadi jika Anda hendak mengikuti ujian sertifikasi, pastikan dulu sebelumnya sertifikasi yang hendak Anda ambil tersebut ditangani oleh siapa, apakah Prometric, Vue atau Certiport.

Materi dan Kode Ujian

Ini adalah hal yg sering ditanyakan oleh orang2 yg berminat untuk mengikuti ujian sertifikasi, yaitu materi ujian apa yg sebaiknya diambil? jawabannya jelas kembali ke diri kita masing2. Apa bidang yg kita kuasai maka itulah materi ujian yg sebaiknya kita ambil. Jangan pernah mengambil ujian sertifikasi karena trend atau sedang populer. Misalnya saat sertifikasi CCNA sedang populer maka kita ikut2an ambil ujian tersebut, padahal bidang yg kita kuasai adalah programming. Alhasil banyak orang yangg gagal karena ikut-ikutanan trend tersebut. Ingat, sertifikasi yg kita ambil merupakan sebuah bukti pengakuan dari keahlian yg kita miliki.

Oleh karenanya, pikirkan baik-baik apa keahlian yg memang kita miliki / kita kuasai. Jika merasa belum memiliki keahlian apapun, kembalikan ke minat kita sendiri atau ke bidang pekerjaan yg sedang digeluti. Misalnya kita berminat untuk mempelajari Linux dan bercita2 ingin menjadi seorang Linux Administrator, maka cari tau terlebih dahulu vendor mana saja yg menyediakan sertifikasi Linux tersebut, apa saja garis besar materi ujiannya, berapa biaya ujiannya, dimana bisa mengikuti ujian tersebut, dan info2 lainnya yg dirasa perlu. Dengan adanya Internet, tentunya sangat mudah sekali mencari informasi2 tersebut.

Kode Ujian Sertifikasi Internasional IT

Setiap materi ujian IT juga selalu memiliki kode yang unik yg lazim disebut dengan kode ujian atau Exam Code. Jadi jika telah menemukan materi ujian yang ingin diambil, perhatikan baik-baik kode ujiannya. Kode ujian ini bisa didapatkan di situs vendor atau di situs organisasi yg membuat ujian tersebut. Gambar berikut ini memperlihatkan contoh kode2 ujian yg bisa kita dapatkan di situs2 Internet.

Track Ujian

Hampir sebagian besar sertifikasi internasional IT ini menerapkan sistem berjenjang atau level yang umum disebut dengan track ujian atau Exam Track. Sistem ini digunakan untuk memecah materi ujian kedalam bagian-bagian yang lebih kecil, diawali dengan materi dasar hingga materi lanjutan yang tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Agar lebih mudah dalam memahami Track Ujian ini, perhatikan contoh berikut ini.

Misalnya kita telah lulus ujian sertifikasi cisco yakni sertifikasi CCNA maka kita bisa melanjutkan ke sertifikasi berikutnya yaitu CCNP dan CCIE. Namun seringkali pengaturan sertifikasinya tidak ketat, di track Cisco Certified kita bisa saja lompat setelah sertifikasi CCNA langsung mengambil ujian CCIE tanpa perlu mengambil CCNP. Namun hal ini sama sekali tidak disarankan karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Yang jelas track ini dibuat untuk mempermudah peserta ujian memahami pelajaran dengan mudah dan berhasil lulus dalam ujian. Vendor lain bisa jadi lebih ketat dari Cisco seperti keharusan memiliki sertikasi tertentu sebelum mengambil sertikasi lainnya sesuai track yang telah ditentukan.

Ada juga track ujian yang bersifat mandatory atau keharusan. Contohnya sertifikat CompTIA A+. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut maka kita harus lulus 2 buah ujian, yaitu ujian dengan kode 220-701 dan 220-702. Jika kita baru lulus salah satu ujian saja, maka kita belum bisa mendapatkan sertifikat tersebut.

Informasi track ujian ini selalu dimuat di situs2 vendor atau organisasi pembuat sertifikat tersebut. Pelajari terlebih dahulu track ujian ini agar kita tidak salah melangkah jika memang ingin melanjutkan ke jenjang sertifikasi yg lebih tinggi lagi.

Biaya Ujian

Ujian sertifikasi IT ini tentunya tidak gratis. Biayanya sendiri bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu kali ujian. Jika tidak lulus jelas uang tidak akan kembali yg artinya jika ingin mengulang kembali ujian tersebut maka kita harus membayar sejumlah uang lagi. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik2nya sebelum mengikuti ujian agar biaya yg sudah dibayarkan tidak sia2.

Pelaksanaan Ujian

Di tempat ATC, seorang staff yg disebut dengan Test Administrator (TCA) akan membantu kita dari mulai pendaftaran hingga ujian selesai. Ujiannya sendiri akan dilaksanakan di sebuah ruangan khusus yg diawasi oleh camera / cctv yg bertujuan untuk mempermudah pengawasan serta mencegah terjadinya kecurangan. Kita juga tidak diperkenankan untuk membawa barang apapun kedalam ruangan ujian. Tas, alat tulis, hingga handphone atau gadget yg kita bawa harus kita simpan terlebih dahulu di sebuah locker yang sudah disediakan.

Ujian Sertifikasi Internasional IT

Di ruangan inilah kita melaksanakan ujian dengan menggunakan bantuan komputer. Jadi rangkaian soal2 yg harus dijawab ditampilkan di layar komputer dengan software khusus dan kita kemudian menjawab soal-soal tersebut hingga selesai. Ujian dengan menggunakan bantuan komputer ini lazim disebut dengan istilah CBT atau Computer Based Test.

Setelah ujian selesai, hasilnya akan langsung diperlihatkan saat itu juga..!! Jika kita lulus, maka TCA akan memberikan lembar hasil ujian berupa score serta status lulus / tidaknya.

Dan hubungan peserta ujian dengan ATC selesai sampai disini. Berikutnya, kita tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya dari vendor penerbit sertfikat tersebut yg akan dikirimkan via email. Untuk sertifikatnya sendiri ada 2 jenis, ada vendor yg masih menggunakan sertfikat hardcopy dan akan mengirimkannya via pos ke alamat kita namun ada juga vendor yg sudah menggunakan sertifikat softcopy / digital yg biasanya berupa sebuah file PDF. Informasi2 seperti ini akan selalu dikirimkan via email, oleh karenanya jika kita telah lulus ujian, rajin2lah memeriksa inbox email.***

Rekomendasi Artikel :

Review Artikel : Urgensi sertifikasi internasional IT untuk pengembangan karir Bidang TI